Sunday, November 10, 2013

Analisis Wacana



A.     Wacana, Analisis Wacana, Analisis Wacana Kritik dan Diskursus

Wacana merupakan lingkup terluas pada kajian linguistik. Wacana memuat tentang bagaimana bahasa digunakan oleh manusia dan juga fungsi bahasa dengan berbagai macam pilihan bentuk yang terkonstruksi dalam pikiran manusia. Analisis wacana merupakan pemahaman rangkaian tuturan melalui interpretasi semantik yang berkaitan dengan pemahaman bahasa dalam tindak bahasa (what is said from what is done) dan diarahkan kepada masalah memakai bahasa secara fungsional.

Menurut Schiffrin (1994) dalam Oktavianus (2006) wacana adalah sepenggal bahasa yang tengah menjalankan fungsinya (language in use). Bahasa dalam konteks ini dapat berupa kata, frasa atau sebuah klausa saja. Dalam suatu tindak komunikasi, ujaran yang sedang dipakai mengandung suatu muatan makna yang didukung oleh berbagai komponen sehingga membentuk suatu teks. Teks-teks itu digunakan untuk mengekspresikan diri, menyampaikan maksud dan tujuan tertentu serta dapat juga mempengaruhi lawan tutur, atau hanya sekedar sekedar ungkapan basi-basi. Ini hampir senada dengan pendapat Rocour (2002 )  dalam Oktavianus (2006) bahwa wacana adalah relasi  antara peristiwa dengan makna. Dalam berkomunikasi melalui bahasa, seorang penutur menyampaikan pendapatnya, keinginannya dan tujuannya didalam wacana yang dapat berupa kata-kata, frasa atau kalimat yang mengandung makna dari si penutur yang ingin disampaikan kepada lawan tuturnya. Hal ini disebabkan adanya peristiwa tertentu yang terjadi sehingga menjadi topik dalam wacana yang diberikan. Peristiwa ini dapat berupa konteks, yaitu segala-sesuatu yang menyertai teks wacana yang disampaikan.

Berdasarkan penjelasan tentang wacana diatas, kita dapat mengambil contoh dari status-status pengguna facebook yang mengomentari adanya pemadaman lampu bergilir di kota Padang, seperti berikut ini:


Contoh wacana ini merupakan rangkaian kata-kata yang tengah menjalankan fungsinya untuk mengungkapkan kekesalan pengguna facebook karena pemadaman listrik telah menyebabkannya memakan bubur karena nasi yang dimasak dengan kompor listrik tidak dapat difungsikan lagi. Fungsi bahasa ini disampaikan melalui gaya bahasa sindiran kepada pihak PLN yang berwenang menangani persoalan listrik negara. Pemadaman listrik bergilir juga merupakan peristiwa atau konteks yang menyertai wacana sehingga pembaca dapat mengetahui makna sesungghnya dibalik ungkapan pada status pengguna facebook diatas.

Analisis wacana Kritis (Critical Discourse Analisis)
Analisis wacana termasuk ilmu yang baru muncul beberapa puluh tahun belakangan. Fakta menunjukkan bahwa pada mulanya analisis wacana justru dilakukan oleh pakar sosiologi, antropologi dan filsafat sementara kebanyakan aliran linguistik membatasi analisisnya hanya pada kalimat.

AWK berkembang dalam tradisi linguistik  di benua Eropa. Pusat-pusat perkembangannya antara lain di Prancis, Inggris, Belanda, Jerman, Austria, dan Australia. Beberapa nama dapat disebut sebagai pengembang bidang kajian itu, antara lain Fairclough, van Dijk, Kress, dan Wodak.
Dalam beberapa karyanya, Fairclough (1989; 1995), misalnya, menyebut bahwa teorinya adalah gabungan dari linguistik fungsional-sistemik Halliday, linguistik Fowler, dan teori sosial baru Foucault.

Menurut Wodak dan Fairlough, analisis wacana kritis melihat sebuah wacana sebagai bentuk dari praktik sosial. Penelaahan atas wacana tidak hanya dilakukan pada level naskah namun dilanjutkan pada faktor-faktor yang mempengaruhi naskah. Analisis wacana memiliki dua model, yaitu model Norman Fairlouch yang melihat teks memiiki konteks dan Ruth Wodak yang menilai teks mempunyai sejarah.

Analisis teks dimaksudkan untuk menemukan dan mengungkap makna, hal ini dapat diakukan dengan menganalisa bahasa secara kritis. Teks dianalisis unsur linguistiknya dengan cara melihat kosakata, tata kalimat dan semantik. Ia juga memasukkan unsur-unsur koherensi dan kohesivitas, yatu bagaimana antar kata atau kalimat tersebut disusun sehingga membentuk pengertian (Eriyanto, 2001)

Dalam thesis Anang Santosa diungkapkan bahwa analisis wacana kritis (critical discourse analysis) adalah analisis bahasa dalam penggunaannya dengan menggunakan paradigma bahasa kritis. Analisis wacana kritis (AWK) sering dipandang sebagai oposisi analisis wacana deskriptif yang memandang wacana sebagai fenomena teks bahasa semata-mata. Dalam AWK, wacana tidak dipahami semata-mata sebagai kajian bahasa. AWK memang menggunakan bahasa dalam teks untuk dianalisis. Hasilnya bukan untuk memperoleh gambaran dari aspek kebahasaan, melainkan menghubungkannya dengan konteks. Hal itu berarti bahwa bahasa itu dipergunakan untuk tujuan dan praktik tertentu, termasuk di dalamnya praktik kekuasaan.

Diskursus
Analisis praktik diskursus memusatkan perhatian pada bagaimana proses produksi dan konsumsi teks. Teks dibentuk lewat sebuah praktik diskursus yang nantinya menentukan bagaimana teks tersebut diproduksi. Semua praktik tersebut merupakan praktik diskursus yang membentuk wacana. Praktik inilah yang menentukan bagaimana teks tersebut terbentuk dalam wacana.

B. Teks, Pre-Teks, Konteks, Ko-Teks, Interteks
Teks adalah bahasa yang yang sedang menjalankan fungsi atau tugas tertentu seperti menyampaikan pesan atau informasi, dan biasanya dibarengi dengan konteks situasi. Bentuknya bisa percakapan dan tulisan  dari bentuk-bentuk yang kita gunakan untuk menyatakan apa saja yang kita pikirkan. Hal penting mengenai sifat teks ialah bahwa meskipun teks itu bila kita tuliskan tampak seakan-akan terdiri dari kata-kata dan kalimat, namun sesungguhnya terdiri dari makna-makna. Makna-makna atau maksud yang ingin kita sampaikan kepada orang lain dikodekan dalam tuturan lisan atau kalimat-kalimat supaya dapat dikomunikasikan.
Teks merupakan produk, dalam arti bahwa teks itu merupakan keluaran (output) ; sesuatu yang dapat direkam atau dipelajari (berwujud). Teks juga merupakan proses, dalam arti merupakan proses pemilihan makna yang terus-menerus, maksudnya ketika kita menerima atau memberi informasi dalam bentuk teks (lisan atau tulis) maka tentunya di dalam otak kita terjadi proses pemahaman (pemilihan makna) terhadap informasi tersebut, jangan sampai terjadi kesalahpahaman. Adapun kriteria teks sebagai berikut:
Kriteria yang bersifat internal teks:
Kohesi             : Hubungan antara bagian dalam teks yang ditandai dengan penggunaan unsur bahasa . Kohesi mengacu pada hubungan bentuk/surface structure.
Koherensi        : keterkaitan antara bagian yang satu dengan bagian yang lainnya, sehingga kalimat memiliki kesatuan makna yang utuh/ deep structure.

Kriteria yang bersifat eksternal teks:
Intertekstualitas          : setiap teks saling berkaitan secara sinkronis atau diakronis
Intensionalitas             : cara-cara atau usaha-usaha untuk menyampaikan maksud atau pesan pembicaraan melalui sikap bicara, intonasi, dan ekspresi wajah.
Intensionalitas berkaitan dengan akseptabilitas (penerimaan informasi).
Informativitas             : kuantitas dan kualitas informasi
Situasionalitas             : situasi tuturan
Fairlough melihat teks dalam berbagai tingkatan. Sebuah teks tidak hanya menampilkan bagaimana sebuah objek digambarkan sekaligus bagaimana hubungan antar objek didefinisikan. Setiap teks pada dasarnya dapat diuraikan dan dianalisis pada ketiga unsur berikut:
UNSUR
YANG INGIN DILIHAT
Representasi
Bagaimana peristiwa, orang, kelomok, situasi, keadaan ataupun yang ditampilkan dan digambarkan dalam teks.
Relasi
Bagaimana hubungan antara wartawan, khalayak, dan partisipan berita ditampilkan dan digambarkan dalam teks
Identitas
Bagaimana identitas wartawan, khalayak, dan partisipan berita ditampilkan dan digambarkan dalam teks.

Konteks
Konteks adalah segala sesuatu yang menyertai teks. Secara garis besar, konteks wacana dibedakan atas dua kategori, yakni konteks linguistik dan konteks ekstralinguistik. Konteks linguistik adalah konteks yang berupa unsur-unsur bahasa. Konteks linguistik itu mencakup penyebutan kata depan, kata sifat, kata kerja, kata kerja bantu, dan proposisi positif. Konteks ekstralinguistik adalah konteks yang bukan berupa unsur-unsur bahasa. Konteks ekstralinguistik itu mencakup praanggapan, partisipan, topik atau kerangka topik, latar, saluran, dan kode. Partisipan adalah pelaku atau orang yang berpartisipasi dalam peristiwa komunikasi berbahasa. Partisipan mencakup penutur, mitra tutur. dan pendengar. Latar adalah tempat dan waktu serta peristiwa beradanya komunikasi. Saluran adalah ragam bahasa dan sarana yang digunakan dalam penggunaan wacana. Kode adalah bahasa atau dialek yang digunakan dalam wacana. 
Teks dan konteks merupakan sesuatu yang selalu berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Makna yang terealisasi dalam teks merupakan hasil interaksi pemakai bahasa dengan konteksnya, sehingga konteks merupakan wahana terbentuknya teks
Konteks memasukkan semua situasi dan berbagai hal yang ada diluar teks dan memiliki pengaruh dalam pemakaian bahasa, contohnya: partisipan dalam bahasa, keadaan dimana teks itu diproduksi, fungsi yang dimaksud dan lain-lain.
Koteks
Koteks adalah semua unsur kebahasaan atau linguistik yang berperanan dalam menentukan makna sebuah wacana.  Koteks dapat pula berupa unsur teks dalam sebuah teks. Wujud koteks bermacam-macam, dapat berupa kalimat, paragraf, dan bahkan wacana. Peranan koteks dalan sebuah wacana adalah mendukung atau memperjelas makna.
Contoh:
Jalan pelan-pelan! Banyak anak-anak.

Wacana dua adalah peringatan bagi orang yang akan melewati jalan kampung. Apabila pejalan telah menaatinya misalnya dengan mengurangi laju kendaraanya, maka wacana satu adalah satu ucapan yang diberikan masyarakat setempat kepada pejalan. Salah satu teks tersebut berkedudukan sebagai koteks (teks penjelas) bagi teks lainnya.

Interteks

Interteks bermaksud sesuatu wacana bergantung kepada wacana yang lain.  Melalui interteks, sesuatu wacana lebih mudah difahami oleh pembaca atau pendengar.  Kefahaman seseorang terhadap sesuatu wacana yang dibaca atau didengar akan membantu menghasilkan wacana.




Istilah intertekstual pada umumnya dipahami sebagai hubungan suatu teks dengan teks lain. Menurut Kristeva, tiap teks merupakan sebuah mozaik kutipan-kutipan, tiap teks merupakan penyerapan dan transformasi dari teks-teks lain.  Kristeva berpendapat bahwa setiap teks terjalin dari kutipan, peresapan, dan transformasi teks-teks lain. Sewaktu pengarang menulis, pengarang akan mengambil komponen-komponen teks yang lain sebagai bahan dasar untuk penciptaan karyanya. Semua itu disusun dan diberi warna dengan penyesuaian, dan jika perlu mungkin ditambah supaya menjadi sebuah karya yang utuh

3. Cari teks sederhana dan analisis dengan menggunakan salah satu pendekatan dari sekian banyak pendekatan dalam analisis wacana!

Seperti yang telah diuraikan dalam pengertian wacana diatas, Schiffrin (1994) dalam Oktavianus (2006) wacana adalah sepenggal bahasa yang tengah menjalankan fungsinya (language in use). Bahasa dalam konteks ini dapat berupa kata, frasa atau sebuah klausa saja. Dalam suatu tindak komunikasi, ujaran yang sedang dipakai mengandung suatu muatan makna yang didukung oleh berbagai komponen sehingga membentuk suatu teks. Teks-teks itu digunakan untuk mengekspresikan diri, menyampaikan maksud dan tujuan tertentu serta dapat juga mempengaruhi lawan tutur, atau hanya sekedar sekedar ungkapan basi-basi.

Sebuah situs jejaring sosial facebook, menfasilitasi penggunanya mengekspresikan diri, menyampaikan maksud, tujuan serta perasaannya dalam bentuk teks. Teks tersebut kemudian berupa status yang dapa dibaca oleh semua teman facebooknya. Berkenaan dengan adanya pemadaman listrik bergilir yang ada di kota Padang, Sumatera Barat, banyak pengguna facebook yang mengekspresikan kekesalannya, sindirannya serta umpatannya di status facebook. Jenis-jenis teks yang disampaikan sangat menarik karena memiliki gaya bahasa yang berbeda-beda diantaranya adalah ironi, sinisme, hiperbola, paradoks serta pertanyaan retoris.

Sementara itu,  Rocour (2002 )  dalam Oktavianus (2006) menyatakan bahwa wacana adalah relasi  antara peristiwa dengan makna. Dalam berkomunikasi melalui bahasa, seorang penutur menyampaikan pendapatnya, keinginannya dan tujuannya didalam wacana yang dapat berupa kata-kata, frasa atau kalimat yang mengandung makna dari si penutur yang ingin disampaikan kepada lawan tuturnya. Hal ini disebabkan adanya peristiwa tertentu yang terjadi sehingga menjadi topik dalam wacana yang diberikan. Peristiwa ini dapat berupa konteks, yaitu segala-sesuatu yang menyertai teks wacana yang disampaikan.

Berdasarkan penjelasan tentang wacana diatas, kita dapat mengambil contoh dari status-status pengguna facebook yang mengomentari adanya pemadaman lampu bergilir di kota Padang, seperti berikut ini:


Contoh wacana ini merupakan rangkaian kata-kata yang tengah menjalankan fungsinya untuk mengungkapkan kekesalan pengguna facebook karena pemadaman listrik telah menyebabkannya memakan bubur karena nasi yang dimasak dengan kompor listrik tidak dapat difungsikan lagi. Fungsi bahasa ini disampaikan melalui gaya bahasa sindiran kepada pihak PLN yang berwenang menangani persoalan listrik negara. Pemadaman listrik bergilir juga merupakan peristiwa atau konteks yang menyertai wacana sehingga pembaca dapat mengetahui makna sesungghnya dibalik ungkapan pada status pengguna facebook diatas.


Pendekatan analisis wacana dapat dilihat dari perspektif Pragmatik. Pendekatan pragmatik digunakan karena banyaknya makna yang dapat diungkapkan didalam teks yang dituliskan oleh pengguna facebook dalam mengomentari pemadaman listrik bergilir. Pengungkapan makna-makna tersebut tidak dapat hanya dilihat secara semantik karena seringkali membutuhkan telaan yang dalam, sehingga pendekatan secara pragmatik sangat tepat untuk menganalisa bahasa yang digunakan dalam status-status tersebut.
Dalam studi pragmatik, bermacam-macam makna yang dikemukakan membutuhkan sejumlah aspek yang harus dipertimbangkan. Aspek-aspek tersebut adalah:
1.      Penutur dan lawan tutur
Dalam wacana status pengguna facebook, penutur dan lawan tutur adalah penulis status dan pembaca, serta pemberi komentar atas status tersebut. Aspek-aspek lain yang berhubungan dengan ini adalah :
Usia: remaja dan orang dewasa
Latar Belakang Sosial Ekonomi: Kalangan Menengah atau sedang, mereka yang dapat mengakses internet.
Pekerjaan: Ibu Rumahtangga, Dosen, Mahasiswa, dll
Jenis Kelamin: Pria dan Wanita
Tingkat Keakraban: Dekat dan Sedang. Antara Penulis, pembaca dan komentator biasanya adalah orang yang saling mengenal.

2.      Konteks tuturan
Konteks tuturan penelitian linguistik adalah konteks dalam semua aspek fisik atau seting sosial yang relevan dari  tuturan yang bersangkutan.
Dalam hal ini konteksnya adalah adanya pemadaman lampu bergilir yang dilakukan oleh PLN mengganggu semua aktivitas masyarakat diberbagai profesi dan berbagai bidang kehidupan.

3.      Tujuan Tuturan
Bentuk – bentuk tuturan yang diutarakan oleh penutur dilatarbelakangi oleh maksud dan tujuan. Dalam hubungan itu, bentuk-bentuk tuturan yang bermacam-macam dapat digunakan untuk menyatakan maksud yang sama. Dalam hal ini berbagai bentuk status yang ada difacebook dengan komentar yang berbeda-beda memiliki maksud yang sama terhadap PLN, yaitu menyampaikan kekesalannya dan kesulitannya akibat pemadaman lampu tersebut.

4.      Tuturan sebagai bentuk tindakan atau aktivitas
Bila gramatika menangani unsur-unsur kebahasaan sebagai entitas yang abstrak, seperti kalimat dalam studi sintaksis, proposisi dalam studi semantik, dsb. Pragmatik berhubungan dengan tindak verbal (verbal act) yag terjadi dalam situasi tertentu. Dalam hubungan ini pragmatik menangani bahasa dalam tingkatannya yang lebih konkret dibanding dengan tata bahasa.
-          Tuturan sebagai entitas yang konkret bagi penutur dan lawan tuturnya. Dalam hal ini status yang dituliskan penggunafacebook merupakan sesuatu yang jelas dan dapat dipahami dan dirasakan oleh pembaca ide dan pengalaman dari penulis status tersebut, terlebih karena pembaca dan komentator sering mengalami hal yang sama juga, yaitu pemadaman lampu.
-          Waktu yang digunakan umumnya adalah pada saat listrik mati dan pengguna facebook dapat menyatakan kekesalannya lewat laptop ataupun handphone.
-          Tempat pengutaraannya adalah di media jejaring sosial facebook yang merupakan tempat berkumpulnya  keluarga, sahabat, dan kenalannya.

5.      Tuturan sebagai bentuk tindak verbal
Tuturan yang digunakan didalam rangka pragmatik, seperti yang dikemukakan dalam kriteria keempat merupakan bentuk dari tindak tutur. Oleh karenanya, tuturan yang dihasilkan merupakan bentuk dari tindak verbal. Sebagai contoh pada status berikut ini:

Status diatas dapat ditafsirkan sebagai pernyataan atau perintah. Namun apabila kita mengetahui konteks pragmatiknya secara jelas, kita akan memahami maksud dari status tersebut sebenarnya bukanlah untuk meminta PLN mematikan lampu, namun hanya untuk  menginformasikan bahwa dia sedang bersiap-siap menerima pemadaman listrik tersebut.
Lebih lanjut dalam pendekatan pragmatik, pembahasan dapat dilihat dari tindak tutur, implikatur, presuposisi, deiksis, kesantunan berbahasa.
Implikatur
Implikatur merupakan segla sesuatu yang tersembunyi dibalik penggunaan bahasa yang secara aktual, benar dan sesungguhnya. Sehingga apa yang tampak pada teks atau bahasa secara struktural benar memiliki makna yang tidak dapat hanya dijelaskan secara semantik. Namun memerlukan kajian mendalam tentang teks dan konteksnya sehingga dapat memperoleh makna yang sesungguhnya. Contoh dalam Wijana (1996:39) :

(1)   A. Bambang datang
B. Rokoknya disembunyikan

Pada contoh (1) A, kita dapat mengetahui ada yang datang bernama Bambang. Namun melihat reaksi pada B yang mengatakan “Rokoknya disembunyikan.” Memberikan implikasi sebagai berikut:
a.       Mungkin Bambang ini seorang  Perokok berat sehingga tiap kali melihat rokok dia akan langsung merokok.
b.      Bambang adalah seorang yang pelit dan suka meminta rokok secara gratis kepada teman-temannya.

Konsep implikatur

Implikatur merupakan konsep yang cukup penting dalam pragmatik karena empat hal:

Pertama           : konsep implikatur memungkinkan penjelasan fungsional atas fakta-fakta kebahasaan yang tidak terjangkau oleh teori-teori linguistik.
Kedua             : konsep implikatur memberikan penjelasan tentang makna berbeda yang dikatakan secara lahiriah.
Contoh:
A: Jam berapa sekarang
B: Korannya sudah datang

Secara konvensional tuturan, kedua kalimat itu tidak berkaitan. Namun kita dapat melihat implikasi bahwa koran datang selalu pada pukul 7 pagi, misalnya. Sehingga kalau koran sudah datang kemungkinan waktu yang ditunjukkan adalah lewat pukul 7 pagi.

Ketiga: Konsep implikatur  dapat menyederhanakan struktur dan isi deskripsi semantik.

Contoh:
A: Mungkin ada kehidupan di planet mars
B: Mungkin ada kehidupan di planet Mars mungkin pula tidak.

Kalimat A  sudah mengandung pengertian yang terkandung pada kalimat B.

Keempat          : konsep implikatur dapat menerangkan berbagai macam fakta atau gejala yang secara lahiriah berkaitan.
Contoh: Dia cantik ya..

Ujaran dia cantik diatas tidak memiliki makna yang sebenarnya namun dikatakan untuk menyindir seorang perempuan. Dari contoh ini dapat dilihat bahwa cara kerja metafora, gaya bahasa dan peribahasa dapat dijelaskan oleh konsep implikatur.

Status diatas merupakan pertanyaan retoris yaitu pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban. Pertanyaan ini diajukan oleh warga  yang bernama Nando kepada PLN, namun maknanya bukanlah untuk meminta PLN untuk mematikan listrik, namun hanya untuk mengungkapkan sindirannya terhadap perusahaan tersebut.
Implikasi yang dapat ditangkap dari status diatas adalah:
a.       Biasanya PLN mematikan listriknya, namun pada pukul 13.20 WIB tidak ada pemadaman listrik yang terjadi.
b.      Nando yakin bahwa PLN akan mematikan listrik sebentar lagi
c.       Nando sudah siap-siap menghadapi pemadaman listrik tersebut seperti telah mematikan peralatan elektronik yang mungkin dapat rusak dengan adanya pemadaman listrik tersebut.


Status diatas dapat digolongkan menjadi tindak tutur ekspresif yang merupakan ungkapan kekesalan penutur karena PLN mematikan listrik dipagi hari. Karena pada pagi hari banyak orang memerlukan listrik untuk berbagai keperluan rumah tangga, akademis maupun perkantoran. Dari status diatas dapat diimplikasikan hal-hal sebagai berikut:
a.       PLN mematikan listrik dipagi hari
b.      Banyak anggota masyarakat dari berbagai kalangan dan profesi membutuhkan listrik di pagi hari untik melaksanakan rutinitasnya.
c.       Neri seorang ibu rumah tangga dan Neri sangat membutuhkan listrik untuk mencuci dan memasak nasi. Sehingga adanya pemadaman listrik menyusahkan Neri yang harus memasak dan mencuci secara manual yang lebih menyita waktu dan tenaga.

Status diatas juga merupakan tindak tutur ekpresif dengan mengubah sebuah ungkapan yang bersifat umum seperti tiada hari tanpa membaca. Namun pada konteks ini, penulis mengganti membaca dengan mati lampu. Meskipun sebenarnya yang dimaksud adalah mati listrik. Namun .masyarakat pada umumnya lebih sering mengatakan “mati lampu” dari pada “mati listrik atau listrik mati”.
Status diatas memberikan implikasi sebagai berikut:
a.       PLN mematikan listrik setiap hari
b.      PLN menyebabkan lampu-lampu di rumah Dewi mati
Status diatas mengandung makna direktif yang bersifat mempengaruhi. Pembaca status ini akan mendapatkan ide bahwa ketika listrik dimatikan, banyak sekali pekerjaan kantor yang tidak dapat lagi dikerjakan sehingga pilihan yang terbaik adalah dengan meninggalkan kantor. Hal ini meskipun tidak akan mendapatkan reaksi yang spontan namun ada benarnya juga. Tujuan dari orang yang menyatakan status ini dapat diperluas lagi menjadi efek yang lebih besar, sehingga apabila banyak pekerjaan dikantor yang tidak dapat dikerjakan, maka perusahaan akan mengalami kegagalan, dan akan berdampak buruk bagi perekonomian pemilik perusahaan beserta karyawannya.
Implikasi diatas dapat diuraikan sebagai berikut:
a.       PLN mematikan listrik
b.      Listrik di kantor Dewi mati, lampu mati
c.       Karyawan di kantor Dewi tidak dapat bekerja karena komputer mereka harus dihidupkan dengan listrik.
d.      Kantor Dewi tidak menghidupkan Genset atau tidak memilikinya.
e.       Karyawan di kantor Dewi hanya duduk-duduk saja dan tidak dapat melakukan pekerjaannya.
f.       Dewi berpendapat bahwa lebih baik pulang ke rumah dan bertemu anak-anaknya dari pada di kantor tidak melakukan apa-apa.

Kesimpulan
Dari berbagai jenis tindak tutur, implikatur serta gaya bahasa dari analisis diatas dapat dilihat bahwa dengan melakukan analisis wacana pragmatik kita dapat menyingkap  realitas sosial. Dan bahasa menfasilitasi kita untuk dapat menganalisanya secara ilmiah.
Berbagai kesulitan yang dialami oleh masyarakat dari berbagai kalangan dan profesi akibat adanya pemadaman listrik bergilir dapat dilihat dengan menelaah implikatur dari status mereka. Selain itu gaya bahasa yang digunakan merupakan hal yang juga sangat menarik untuk diteliti.

Wednesday, December 5, 2012

HOUSEWIFE

Jadi ibu rumah tangga.... saat ini terasa begitu menggiurkan. Diam dirumah menunggu suami dan anak2 pulang..
menyiapkan masakan kesukaan mereka... memasak dg mata bersinar2 xixiixiiii...

Lalu memastikan rumah dan kamar selalu bersih.. Semua piring telah dicuci dan tak ada noda, bau ato lembab di dapur. Semua pakaian pun telah dicuci, telah distrika bahkan telah ada ditempatnya ....



Lalu menghubungi sahabat untuk kesalon... ato sekedar untuk merumpi...

Akhir bulan (eh, awal bulan kalee..).. menunggu ajakan liburan dari suami tercinta... Bahagia pastinya !!
Hidup tanpa beban.. bisa bikin awet muda ya...

Seandainya bisa semudah itu??




WE ARE NEVER EVER GETTING BACK TOGETHER

I remember when we broke up the first time
Saying, "This is it, I've had enough," 'cause like
We hadn't seen each other in a month
When you said you needed space. (What?)
Then you come around again and say
"Baby, I miss you and I swear I'm gonna change, trust me."
Remember how that lasted for a day?
I say, "I hate you," we break up, you call me, "I love you."

Oooh we called it off again last night
But oooh, this time I'm telling you, I'm telling you

We are never ever ever getting back together
We are never ever ever getting back together
You go talk to your friends, talk to my friends, talk to me
But we are never ever ever ever getting back together

Like ever...

I'm really gonna miss you picking fights
And me falling for it screaming that I'm right
And you would hide away and find your peace of mind
With some indie record that's much cooler than mine

Oooh, you called me up again tonight
But oooh, this time I'm telling you, I'm telling you

We are never ever ever getting back together
We are never ever ever getting back together
You go talk to your friends, talk to my friends, talk to me (talk to me)
But we are never ever ever ever getting back together

Oooh yeah, oooh yeah, oooh yeah
Oh oh oh

I used to think that we were forever ever
And I used to say, "Never say never..."
Uggg... so he calls me up and he's like, "I still love you,"
And I'm like... "I just... I mean this is exhausting, you know, like,
We are never getting back together. Like, ever"

No!

We are never ever ever getting back together
We are never ever ever getting back together
You go talk to your friends, talk to my friends, talk to me
But we are never ever ever ever getting back together

We, ohhh, getting back together, ohhh,
We, ohhh, getting back together

You go talk to your friends, talk to my friends, talk to me (talk to me)
But we are never ever ever ever getting back together

Sunday, December 2, 2012

KENAPA ANAK TIBA-TIBA GAGAP BICARA


KENAPA ANAK TIBA-TIBA GAGAP BICARA


Ibu-ibu...  curhat ya..
Nyanya, umurnya hampir 2 tahun, lantas dimasukkan ke TPA karena ga ada org dirumah, sejak di TPA dia jadi banyak hafal lagu dan senang menyanyi..
Tentu saja hal ini membuat saya senang, Nyanya juga banyak hafal lagu-lagu anak.. meskipun masih cadel... tapi tetep kekeh nyanyi..  make her sounds so funny..!!
Tambahan kosakatanya jadi sangat banyak, karena TPA nya berdua bareng kakak Yaya, nyanya sering kali terdengar seperti kakak hihihi.. lucu sekali.

Hanya saja.. beberapa waktu lalu nyanya tiba-tiba jadi gagap "a.. a.. a.. apel mama nna??"
awalnya aq ga 'ngeh' ya.. tapi lama2 nyadar juga..

Ya Allah.. Apakah ini salahku?

Ada banyak penyebab anak menjadi gagap, diantaranya adalah faktor stres ato dapat tekanan mental.

Kata mama, "Mungkin nyanya pernah dibentak?!"
Bisa jadi, karena seringkali aq marahnya suka emosi sama anak (can not be a  good mommy yet, hiks)
Jadi tekanan suara atau hentakan suara kita pada saat marah pada anak menimbulkan tegang pada anak, ini dapat mengakibatkan dia gagap.

Yaya pernah bilang, "Ma, kak Aisyah tu pernah nendang Nyanya di skolah, jatuh nyanya jadinya.."
Suamiku langsung marah besar, sekali lagi.. dia minta aq pikir ulang lagi keputusan untuk memasukkan anak ke TPA, tapi setelah aku tanya sama ni Dian, kk ipar ku, anaknya di TPA hanya ada 3 orang guru untuk 15 anak, dan anak yang sudah dianggap mandiri dibiarkan main sendiri. Jadi guru nya lebih fokus ngurus anak-anak bayi dan anak yang baru masuk.
Kalo gitu, yaa.. mending di TPA yaya.. 2 guru untuk 4 anak... masih mendingan.. meskipun sebenarnya lebih baik anak2 usia dini di rumah belajar dengan  ibunya.. hiks.. mau menangis meraung-raung rasanya..





Kembali ke soal gagap anak.... ini ku temukan satu artikel ke tika browsing ...

Selamat Siang, Anak saya usia 3,8 tahun, sejak usia dia mulai bicara tidak ada tanda kalau dia gagap, berjalannya usia bertambah dan bertambahnya kata kata yang dia ucapkan anak saya ini mulai gagap tapi nggak selalu gagap, kadangkala dia lancar bicara (tapi jarang). Jika kalimat yang dia sampaikan hanya pendek , dia mengucapkan tidak gagap, tetapi jika dia menceriterakn sesuatu yang sedikit panjang, dia ucapkan dengan gagap. Pertanyaan saya apakah gagap itu penyakit? Gagap bisa terjadi disebab oleh apa? apakah bisa disembuhkan? Apa yang harus saya lakukan? Terima kasih.( perempuan, 33 thn,161 cm,80 Kg)
Ibu / Saudari yang Terhormat,
Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter. Gagap adalah suatu gangguan kelancaran berbicara. Anak usia 2 sampai 5 tahun sering mengulang-ulang kata-kata atau bahkan seluruh kalimat yang diucapkan kepadanya. Gagap sampai usia 3 tahun masih tergolong wajar karena anak pada golongan usia tersebut masih mempelajari cara berbicara, menyusun kata-kata dalam suatu kalimat, dengan berbagai kosa kata yang ingin diucapkan namun kemampuan mengekspresikan masih terbatas. Oleh karena itu, anak pada golongan usia tersebut umumnya masih mengalami gangguan kelancaran berbicara.

Apabila sebelumnya anak Ibu lancar berbicara kemudian tiba-tiba menjadi gagap, maka perlu Ibu perhatikan adakah kejadian buruk yang anak Ibu alami sebelumnya? Terkadang stres pada anak dapat menyebabkan gagap. Sering kali orang tua merasa kesal dengan kegagapan anak. Kesabaran merupakan sikap terpenting yang harus dimiliki oleh orang tua selama anak berada dalam tahap ini.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh orang tua untuk berkomunikasi secara nyaman dengan anak yang gagap yaitu :
  • Bila anak berbicara gagap, jangan menyuruh anak untuk mengulangi kata-katanya. Cukup Ibu yang mengulangi apa yang dikatakannya
  • Ketika sedang berbicara dengannya, bicaralah dalam tempo yang lambat dan dengan sabar
  • Jangan mengomentari anak dengan ucapan seperti "pelan-pelan saja" atau semacamnya. Komentar semacam ini, walaupun diucapkan dengan niat baik, hanya akan membuat anak merasa semakin tertekan
  • Ijinkan anak untuk berhenti berbicara jika ia merasa tidak nyaman
  • Ciptakan suasana yang tenang dan nyaman di rumah
  • Biarkan anak berbicara dan mengucapkan kalimatnya sampai selesai
  • Yang paling penting adalah sering berlatih. Jadilah contoh yang baik bagi anak dengan selalu berbicara dengan jelas
Terapi untuk gagap yang cukup parah pada anak dapat mencakup terapi psikologis maupun terapi bicara. Kesabaran orangtua dalam membimbing anak-anaknya berbicara memang sangat dibutuhkan pada fase ini. Apabila gagap ini berlanjut meskipun ibu sudah melakukan saran saya diatas, sebaiknya ibu melakukan konsultasi ke dokter spesialis anak. Sekian jawaban dari saya, semoga membantu. (TRH)
Terima Kasih
(Tim Redaksi Klikdokter)



Ibu-ibu...
setelah aku konsultasi dengen bbrp pakar, aku ambil benang merah nya begini:

Jika anak tidak gagap dari kecil (dr awal dia bicara) artinya gagap yang timbul adalah akibat faktor luar / lingkungan, seperti pernah ke bentak, ketakutan dll. (ada faktor trauma)
Kalo gagapnya seperti ini, ibu punya waktu sampai anak umur 6 tahun untuk menghilangkan gagapnya, ibu harus kerja keras sekuat tenaga ya... karena kata ahli tersebut (Saya konsul online dengan ahli dr luar negri yang terpercaya bun) kalo gagapnya sampai  umur 6 tahun gak hilang, kemungkinan akan sangat sulit dihilangkaan.

Namun, apabila gagapnya sudah bawaan lahir, karena alat atau pita suara, dan dari awal bicara memang sudah gagap juga, maka tetap masih ada beberapa treatment yang bisa dilakukan.. tapi ibu harus sabar karena gagapnya akan hilang timbul.

Untuk kasus anak saya, Channia atau panggilannya Nyanya, saya membayar hutang saya (saya yang bertanggung jawab penuh) karena dulu dia sangat cerewet dan lincah, jadi saya mengajaknya bicara tentang apa saja hampir setiap waktu....
Saya cerita tentang pelangi, hujan, kodok, bunga, apa saja bun... . lalu pastikan dia melihat muka kita ketika kita bicara... lalu saya berikan beberapa pertanyaan dan minta dia menjawab... tidak dipaksa ya bun... krna dia masih gagap biarkan saja... sabar mendengarkan.. jangan di desak lagi... nanti dia makin trauma... jadi minta dia mengulangi lagi satu atau dua kali... lalu berikan pujian dan peluk sering2 ya bun.... dan berdoa pada Allah SWT

Sekarang alhamdulillah gagapnya nyanya sudah mulai hilang, sudah tidak terdengar lagi... mudah2an aku tidak akan membentaknya lagi, gadis kecil ku itu..dia tau apa???  maafkan mama ya naakk..
Intinya, kalo menurut saya...
Anak kita.. baik buruk perkembangannya sebagai ibu kitalah yang bertanggung jawab...kepada Tuhan dan pda diri kita sendiri..


Sekarang saya update cerita ini 2020 bun, saya kaget juga pas liat viewernya, bahkan sampai ada yang message saya di Fb, maaf kalo slow respon, mamak sibuk banget... sibuk tak menentu.. maklum merangkap bun, ya karyawan juga, ya IRT juga, ART juga, driver juga  hihihi...

Nyanya alhamdulillah kembali cerewet bun... sekarang dia malah sering ikut lomba nyanyi, di sekolah juga aktif banget.. lincah banget.. my sweet little baby is back....
Ssemoga bunda2 yang lain kalo ada anaknya yang gagap, sabar dan gigih ya bun... tanggung jawab kitaa bun... semangat ya...... Insyaallah pasti bisa




Saturday, December 1, 2012

Namanya sekarang BRILLIANT The quality oriented

Tp blom tau apa bisa diwujudkan hiks.. hiks...

Friday, November 30, 2012

Utada Hikaru -first Love (kalo gw  lg meloo ..)

Saigono kissu wa
Tabako no flavor gashita
Nigakute setsunai kaori

Ashita no imagoro ni wa
Anata wa doko ni irun darou'
Dare wo omotte 'run darou'

You are always gonna be my love
Itsuka dare kato mata koi ni ochitemo
I'll remember to love
You taught me how
You are always gonna be the one
Imawa mada kanashii love song
Atarashi uta utaeru made

Tachidomaru jikan ga
Ugoki dasou to shiteru
Wasuretakunai koto bakari
[ Lyrics from: http://www.lyricsmode.com/lyrics/u/utada_hikaru/first_love.html ]
Ashita no imagoro ni wa
Watashi wa kitto naiteru
Anata wo omotte 'run darou'

Yay yay yeah

You will always be inside my heart
Itsumo anata dake no basho ga aru kara
I hope that I have a place in your heart too
Now and forever you are still the one
Imawa mada kanashii love song
Atarashii uta utaeru made

You are always gonna be my love
Itsuka dare kato mata koi ni ochitemo
I'll remember to love
You taught me how
You are always gonna be the one
Mada kanashii love song yeah
Now & forever ah...