
1. Jika Anda ingin bicara, buat persiapan, bukan serangan.
Kemukakan secara trus terang. Pastikan anda berdua tidaak sedang emosional ketika mulai,, bahwa anda akan mempunya waktu yg tdk akan terinterupsi dan bahwa dia mau mendengarkabn apa yyg akan anda katakan dg menggunakan ungkapan seperti berikut:
Apakah kita bisa bicara malam ini ttg yg terjadi ketika belanja?
Kapan kamu memberi waktu untuk membicarakan sst yg mengganggu saya.
2. Bicarakan 1 subject pd satu waktu.
3. Bertanggungjawab atas perasaan anda.
Katakan apa yg anda rasakan, jgn menyalahkan, menilai tindakan attau melabeli dia. Jelaskan saja respon emosional anda terhadap tindakannya. Misalny katakan," Saya merasa seddih ketika kamu.."
4. Kemukakan kerapuhan anda untuk menurunkan pertahanannya.
Mengungkapkan rahassia anda memberikan sejenis jaminan emosional, meyakinkan pasangan anda, bahwa dia jg bisa menceritaakan realitanya tanpa pertahanan.
BUAT DIA BICARA
5. Tanyakan padanya apa yg terjadi di tempa kerja, di pesta..
6. Tanyakan apa yg dia pikirkan dan tunjukan anda tertarik pd persepsinya.
"APa yg kamu pikirkan ketika dia begitu?"
7. Gunakan pertanyaan2 anda untuk memfasilitasi solusi-solusi
8. Tahu kapan harus diam ketika prioa anda biacara.
9. Periksa kesan2 anda dg menanyainya:
"Jadii maksudmu.."
"Jadi kamu merasa sedih?.. KEdengarannya begitu." Mengulangi dan mennguraikan apa yg dikatakannya mengklarifikasi emosi-emosinya untuk dia dan andaa. Jika anda kecewa atau marah g apa yg dikatakannya, pastikan dulu anda benar an mengerti pa yg dimaksudkaannya.
wah sepertinya ini patut di coba tapi omongan sedikit susah di barengi dengan tindakan...
ReplyDeleteGak susak koq say... kalo niat kita tulus..
ReplyDeleteSemangat!!
Chayo chayo!!