
Kata orang, perkawinan langgeng dan bahagia adalah hasil usaha kerja keras keduanya. Tidak terjadi begitu saja. Klise, tapi ada benarnya. Coba kilas balik pengalaman anda. Anda jatuh cinta, menikah, bertengkar dg gorden, lupa hari ulang tahun, beli makanan jadi, naik mobil saling diam-diaman dan tetap hidup bersama.
Ketika baru menikah, anda mungkin menjalani kehidupan yg selama ini anda dambakan. Anda selalu melewati waktu luang bersama-sama. Jalan pagi, makan di restoran favorit, nonton film. Dan anda berdua mulai berhenti bersosialisasi dg teman-teman, tapi rasanya baik-baik saja. Teman-teman anda mungkin dibuatnya iri, anda begitu dekat dan bahagia dg suami.
Waktu berlalu. Anda mulai merasakan kedekatan itu berjarak. Dan anda mulai merasa kesepian. Tapi anda juga merasa, kesepian tersebut tidak masuk akal. Memang, anda mulai jarang ngobrol asyik bersama, tapi masih dekat dan bersenang-senang bersama. Suami anda mulai menekuni olah raga. Tenis atau apalah. Dan anda juga asyik dg karir atau mengurus rumah tangga dan anak-anak anda.
Sampai suatu hari, anda tersentak, ternyata ada jarak antara anda dan suami. Jarak antara anda dan teman-teman juga semakin jauh. Dan anda mungkin akan menyesali pilihan anda. Anda lalu mungkin berfikir, " Coba kalau sya masih sendiri, saya tidak
akan tinggal sendirian di rumah. Saya mungkin sedang berakhir pekan bersama teman-teman, di mall atau menghadiri pesta." Pikiran seperti ini membuat anda merasa kesepian dan sedih.
Menurut para ahli hubungan, banyak istri yg menderita ;marital lonliness' dan merasa lebih kesepian dari pada perempuan lajang. Untuk mengatasinya, langkah terpenting yang harus dilakukan adalahmembedah penyebab kesepian tersebut dan makin mendekatkan diri kepada suami anda.
Dalam hubungan perkawinan biasanya muncul tuntutan-tuntutan yang tidak realistik. Celakanya, kadang kita bahkan tidak tahu, betapa tidak realistisnya tuntutan kita. Kita menimbun kebencian, tak pernah mengeluarkan unek-unek kita, sampai akhirnya memuncak menjadi, "saya tidak bahagia"
Agar perkawinan tetap langgeng dan bahagia, para ahli hubungan menyarankan untuk menetapkan terlebih dahulu tuntutan apa yg masuk akal, lalu berpegang pada ketetapan itu. Beritahu suami anda kasus per kasus, jika dia melakukan sesuatu yg tidak berkenan di hati.
PERTAHANKAN PERSAHABATAN
Anda mungkin menduga, kesepian anda disebabkan kerena anda memang sepi.
Hal itu terjadi bukan karena ada jarak antara anda dan suami anda, tapi antara anda dengan teman-teman anda. Penyebabnya bukan karena suami menghabiskan waktunya nonton pertandingan bola atau F1 atau main futsal. Tapi kemungkinan karena anda kehilangan teman-teman anda yang selalu memberikan dukungan, keceriaan dan hiburan yang tidak bisa diberikan suami manapun, sehebat apapun dia.
Pasangan yang benar2 berhungan dekat satu sama lain TIDAK berarti harus selalu bersama setiap saat. SALAH jika anda mengharap semua kebutuhan anda akan kedekatan dipenuhi hanya dengan satu hubungan, kata Judith Sills, Ph.D., dalam bukunya Loving Man More, Needing Men Less. Sebenarnya itulah gunanya teman. Yaitu memberi dorongan emosional yg bahkan tak bisa diberikan secara terus menerus dalam hubungan perkawinan, sehebat apapun perkawinan itu.
HINDARI SINDROM ISTRI BAIK
Salah satu peyebab utama rasa kesepian dalam perkawinan adalah, hasrat untuk menjadi pasangan yang baik, yang sempurna. Menurut Dalma dalam bukunya Marriage Shock, banyak perempuan yg berjuang untuk memenuhi tuntutan (secara budaya) tentang sosok istri yg baik. Bahwa setiap istri harus bisa menciptakan perasaan damai. Istri yg baik adalah istri yg selalu melayani suami. Yang selalu menjaga perasaan suaminya ketimbang perasaannya sendiri. Padahal, semakin jauh si istri dari perasaannya, semakin ia akan merasa kesepian.
Istri mungkin akan merahasiakan pembelian sst yg dilakukannya agar suami tidak marah. Atau menyembunyikan masalah ttn yg lama kelamaan akan menumpuk.
Berahasia terhadap suami merupakan jalan cepat menuju kesepian. Yang akan membangu tembok tak terlihat mata di antara anda dan suami.
Untuk memperbaiki hubungan perkawinan. Anda harus berubah dulu. Jika anda berubah, besar kemungkinan suami juga akan berubah. Mungkin anda tak bisa menyembuhkan seluruh rasa kesepian anda, tapi paling tidak anda punya orang tercinta yang membantu anda melewatinya

8 LANGKAH MEMPERDALAM KEINTIMAN
1. Jika tak bisa mengatakan sesuatu yg baik, tundalah.
Jika anda ingin mengkritik suami, meskipun menurut anda tidak akan menyakitkan, coba alihkan dg pergi bersama teman-teman anda. PIsah sebentar akan memberi kesempatan anda untuk memikirkan ulang perasan2 anda dan memilah milih apa yg benar2 ingin anda katakan padanya.
2. Minta, jika ingin dibelai
3. Jangan menyalahkan
Pikirkan apa yg benar dari dia ketimbang apa yg salah dari dia. Pikirkan apa yang anda ingin dia lakukan untuk anda.
4. Rasakan sentuhan
Ingat masa-masa awal pacaran anda dengannya, kebahagiaan yg anda rasakan ketika dia menggenggaam tangan anda. Kehangatan yg anda rasakan ketika anda meletakkan kepada di dadanya, dll. Karena itu, penting untuk mempertahankan hubungan fisik, kendatipun anda merasa agak jauh secara emosional.
5. Berbagi pikiran dan perasaan.
6. Perluas Pergaulan.
7.Latiha berhubungan dg mata terbuka.
Tatap matanya saat melakukan hubungan, hal ini dapat mengeratkan hubungan perasaan yang jauh lebih dalam.
8. Keluarkan semuanya.
Jika ada sesuatu yg benar2 menjengkelkan anda, katakan.
Kadang diperlukan badai besar untuk membersihkan udara.
Gunakan statement 'saya' ketimbang statement 'kamu' contoh, " saya tak senang kamu begitu." jangan katakan, "kamu selalu melakukan itu."
Fokus pada masa depan ketimbang masa lalu.
Daripada berkata, "Kita selalu harus bergi ke rumah ibuu setiap minggu."
Katakan dg lebih bijaksana, " Saya lebih suka kalau kita ke rumah ibumu sekali sebulan."
(Source: Aura Tabloid)
AKhirnya ketemu hehe..
ReplyDelete