Saturday, July 4, 2020

Mana yang lebih baik menyekolahkan anak di Sekolah Negeri vs Sekolah Swasta


Hallo mama2 bunda2 seonline rayaa.....

Sebenarnya judul ini kontroversi banget yaaa .....

Tapi aku nulis ini tujuannya buat sharing, dr pengalaman aku, teman2 aku, keluarga dan ipar2 aku...
(Udah kaya laporan hasil penelitian ya kan?? hehe...)

SD NEGERI


PLUS:
Biaya sekolah nya gratis, tidak banyak kegiatan ekstra yang mewajibkan anak membayar sejumlah uang.
Kebanyakan guru umumnya udah berumur, tapi mayoritas dapat memberi nilai dengan cukup fair.
Anak terlindungi dari sifat show off.... dan gak ada ajang pamer2an siapa yang kaya dan miskin disini, jadi dia bisa low profile.

MINUS:
metode pengajarannya umumnya masih sangat konvensioal khususnya utk SD negeri yang berlokasi di pingir2an kota. Bahasa pengantar yang digunakan oleh gurunya mayoritas masih bahasa daerah khusunya ketika memarahi murid. Tone atau nada bicara serta kata-kata yang dikeluarkan bisa Nauzubillah... Kok aku tau?
Aku suka ngumpet dibawah jendela kelas anakku ketika dia belajar dan aku dengerinlah semua itu.
Kenapa aku lakuin itu, ya karena anakku masih kecil dan dia masih dalam masa probation (waktu itu)

Lagi, Fasilitas sekolah juga sangatlah terbatas. termasuk toilet, tempat yang hampir selalu bau dan jorok.

Kembali ke pengalaman ku!
Untuk sekolah negeri pertama, tempat anakku sekolah dari kelas 1 hingga kelas 3.
Anak2 nya umumnya menengah ke bawah,
BAHASA yang digunakan umumnya (tidak semua memang ) sembarangan dan bahasa kasar.
beberapa anak punya hobi mencuri dan dan mengganggu teman2nya.

Namun, guru2 kelasnya sangatlah pandai dalam mengajar dan mengurus anak.
Aku bisa simpulkan bawah menjadi guru SD adalah profesi yang paling berat dan mulia karena guru mendidik anak segalanya..... pelajaran dan kepribadian.

Di SD yang ke-2, samalah teman2nya juga mayoritas seperti itu, plus ditambah lagi dengan persoalan: beberapa anak mengalami puberitas dini, sehinggga sering kali meresahkan terhadap lawan jenis.
Guru-gurunya di sekolah ini umumnya sudah tua jadi........... maklumi aja.

Yang bisa aku simpulkan dari persamaan kedua SD ini adalah:
1. Toiletnya sangat awful, faktor kebersihan hanya diperhatikan dihalaman dan depan sekolah. Tapi wc nya selalu bau dan jorok. (My daughter never use them at all, trust me!!!)
2. SD negeri tidak begitu me-maintain informasi dg orang tua murid. Saya sudah berkali2 wanti2 dengan semua guru kelasnya :

"Buk, anak saya rumahnya cukup jauh dari sekolah, dan saya juga bekerja. Jadi kalo misalnya ada kegiatan mendadak dan sekolah dipulangkan lebih awal dari biasanya, toloooong hubungi sayaaa.... karena anak saya tidak bisa plg sendiri, dan di rumah juga gak ada siapa2...."

Dan mereka SERING KALI memulangkan anak lebih awal, tanpa prior-information and none of them have ever called me...
Dan inilah pemicu stress akuh berkali2 karena ketika aku jemput anak, sekolah udah sepi, dan aku terpaksa harus mengunjungi rumah temannya satu persatu mencari keberadaan anak ku ini...

(Stress dan cemas tingkat tinggi melandaa)

Sekilas info: Anak ku sudah aku bekali hp yang cuma bisa nelp dan sms itu, tapi dia kecurian 4 x handpone di 1 sekolah aja, dan gakkkkkk adaaaaaaaa respon dari gurunya sama sekaliiiiiii utk menemukan pelaku pencuri itu.....

Jadii akuu sebagai ibu, memang meminta si kakak untuk memilih teman... awalnya waktu dia masih kelas 1 dan 2, dia baik ke semua orang, mulai dari pensil, buku, uang jajan dibagi semua, namun apa yang terjadi, mau dijajanin sampe seratus kali pun, mereka tetap kembali lagi jahatin si kakak...
malah makin seenakknya...
Akhirnya aku bilang gini :
"Now you see, money can't buy kindness, kalo emang orangnya baik, tanpa kita kasi apa2 pun dia tetep baik, tapi kalo orgnya jahat, dikasi apapun  gak akan ada pengaruhnya. Jadi bertemanlah HANYA dengan orang yang 1 bicara dg baik dan sopan sama kk, 2. tidak pernah mengganggu atau menjahili kkk dan 3 anak yang pintar."
Dan itulah yang dia ikutin, sehingga anakku sangat selektif dalam berteman.

Dampak positifnya : She is still my cute girl. meskipun carut marut bahasa di sekolahnya, dia gak pernah sekalipun meniru atau mengucapkan kata2 kasar itu di rumah, semarah apapun dia.
Dampak negatifnya : Teman2nya jadi "galinggaman" banyak yang mau berteman namun karena dia cuekin jadi berubah jahat dan usil dan meledek dia.

Setelah beberapa kali menangis karena di bully, akhirnya aku mengajarkan anakkku untuk berjiwa cuek dan berani membalas kalo dia dijahatin.

Bunda, saya bukan orang yang sempurna, hanya mengajarkan sesuatu pada anak agar dia bisa berjuang sendiri, berjalan sendiri dan tau membedakan mana yang baik dan yang buruk, mana yang benar dan salah. mana yang harus dilakukan dan yang tidak.


SD SWASTA

Apa yang bunda fikirkan ketika mendengan tentang SD swasta??? Tau sama tau yaaa...

PLUS
Lingkungan sekolah sangat bersih sampai ke toilet2nya juga bersih.
Guru-gurunya masih muda dan mulai mengajar dengan berbagai metode pengajaran modern dan kreatif.
Komunikasi antar guru dan murid sangat baik, mereka akan sering menghubungi kita dalam urusan apaaa saja.
Banyak kegiatan2 sekolah atau ekstrakurikuler dan fasilitas sekolah yang sangat lengkap.

MINUS
Of Course Mom, the cost id a fortune, it is very high.
Biayanya mahal. (Well, bervariasilah... tp bagi ekonomi menengah kayak aku, cukup berasa mahalnya)
Persaingan gengsi ya antar anak, ya antar orang tua.
Banyak anak yang suka pammer, entah itu tas baruuuu, pena baruuuu, gadget baruuu, ataupun baru pulang liburan dari manaa.
Emak2nya juga ada yang ber geng2 dan sosialita ....
Bahkan satu kali ada yang sampe disusulin suaminya ke sekolah karena abis ngantar anak si istri malah nongrong di sekolah atau pergi shopping ulala......hihihi....
Pakaian ketika menjemput anak juga mesti diperhatikan... kalo kucel dan lusuhh ehmm. kayaknya gimanaa gt...

ada GIVE AWAY akhir semester.
Aku sampai kaget, karena anak pertamaku di sekolah negeri, setiap ambil rapor aku gak pernah bawa apa2.. tapi pas ambil rapor adeknya yang diswasta, aku kaget... lhaa kok emak2 ini pada bawa2 kado???? Siapa yang ulang tahun???? Oalllaahhhh....
Dan begitulah... jadi hubungan guru dan  ortu deket banget.... Gurunya ramah bangett, "Hallo Bunda arkan... mamanya Nasya cantik banget..."

Tapi ini pendapat aku pribadi yaa (di sekolah swasta tu power ortu kuat banget ke guru2nya, mungkin karena rata2 gurunya masih muda, mungkin karena rata2 wali murid ini udah sering ngasi2 apa.... atau mungkin karena hubungan nya yg udah terlalu deket, atau mungkin karena banyak OKB jadi sombong.. harus di survey bener2 baru jelas ini, tapi intinya.... mereka kalo ngomong sama guru jarang banget sopan kaya wali murid di SD negeri... mereka suka perintah2.. contoh :
"Eh, Mr. kenapa sih si Angga gak dapat bintang kemaren? Mr ini gimana? masa udah capek2 gitu gak dikasi bintang Mr?" dan lain2 sebagainya. Emang sih ini oknum ya, alias gak semua... tapi cukup sering aku liat ketimbang di sekolah negeri.

Mungkin bagi sebagian orang ini gak minus ya, aku lihat banyak yang enjoy banget... khususnya wali murid yang memang berprofesi sebagai ibu RT, jadi ngantar dan nungguin anak disekolah jadi rutinitas baru, nambah temen, nambahh pengeluaran juga hahahah.....
Tapi tahan2 aja...

Cerita dikit ya,
Aku dulu pernah ikut (setelah bberp kali nolak) ikut arisan salah satu group wali murid....
Uang arisannya lumayan banyak, tapi buat aku yaa.. hitung2 nabung... cuma aku wanti2 ke anggota arisan yang lain kalo aku gak bisa selalu ikut arisan / ngafe karena kerjaan di kantor.
Sekalian menghindari pusingnya mikirin kostum yang bakal di pake saat arisan.
Kan gak mungkin jeung tiap kali foto arisan bajunya itu2 melulu.... nahhh... paham kan maksud eyke???? hahhaha...
Tapi tau gaakk, ternyata eh ternyata... pas udah giliran aku nerima nih (alias udah tinggal 3 orang lg aja yg belum nerima arisan termasuk aku) terkuaklah aib itu sodara-sodara...
Ternyata bendaharanya make duit arisan, dan gak sanggup balikin.... hingga aku dan 3 temen yang lain gak bisa nerima arisan lagi.. karena duitnya abis buat numbokin yang nerima arisan sebelumnya.
Kesel banget gak tuhhh????

Bayanginn ya... sosialitanya mereka, tas branded, baju branded, tapi gak ada yang mau tanggung jawab balikin duit yang aku setor setiap bulan... mereka yang udah nerima arisan full dari awall malah cuekk2 aja... Aaahhh orang kaya gimanaaa ituuhh????

#Curhattt juga kann akhirnyaa.....


Satu lagi, tapi ini cerita iparku, yang anaknya dr TK SD swasta, lalu masuk ke SMP negeri, disana dia jadi syok karena cara ngomong guru negeri itu umumnya rada kenceng dan gak begitu deket dan manja2 sama siswa (umumnya) jadi si anak agak kenak mentalnya disemester2 awal, gitu....
(Ini contoh satu kasus aja, gak bisa digeneralisasi ya)

KESIMPULAN

Disini sebenarnya aku cuma sharing aja, apa yang aku alamin... cerita dari sodara dan ipar2 ku jugaa....
Kita sebagai orang tua pasti menginginkan yang terbaik buat anak kan ya?
Tapi kadang kita mau tapi gak mampu...

Intinya menurut aku, dimana pun anak sekolah atau tinggal.... benteng nya harus dibangun dalam keluarga. Itu penting! Kalo si anak udah dapat gambaran jelas mana yang baik dan mana yang buruk... dia akan bisa mem proteksi dirinya dr pengaruh buruk di luar sana

Agak susah ya bun, apalagi kalo emaknya sibuk gadget dan online (seperti sayahhh hiks)
Tapi balik2 lagi bun, ajak suami saling mengingatkan.. ciptakan moment bersama yang berkualitas
(Udah kayak pakar aja belum?)



























Friday, July 3, 2020

Alasan Kenapa Anak Masuk SD harus 7 Tahun - Apa yang tidak PERNAH diberi tahu di Parenting : REAL CONSEQUENCES!



Assalamualaikum sahabat online...

Selalu ketika kita baca ttg artikel, anak yang masuk sekolah usia dia, mereka akan menyatakan bahwa anak akan merasa terpaksa, lalu akan muncul kejenuhan.
Sekarang saya akan ceritakan versi yang berbeda.
Dan menurut saya, inilah alasan yang PENTING utk ibu2 di luar sana yang memasukan anaknya sekolah usia dini!!!!!

Aku udah lama bangett pengin nulis ini, dr anakku umur 5 tahun ketika dia duduk di kelas 1 SD (Nah lho... tahan emosi dulu ya) sampai dia sekarang udah umur 12 thn - kelas 8.

Memasukan anak usia 5 tahun ke SD, akan membuat aku dihujat abis2 san oleh pakar PARENTING. That I get it. I did wrong. Somehow.... sometimes life gives us no choice!

Aku akan bersejarah dikit ya....

Menikah saat semuanya belum mapan bukanlah sebuah pilihan. It's like a fate.
Aku bertemu Papanya anak2, tau kalo dia baik dan pekerja keras, and that's it!
Aku gak pernah nanya berapa gajinya atau apa posisinya di kantor.
My love is not blind. But money was not my priority (Waktu itu.... catet!)

PART A - Awal Cerita

Turns out, when you have your children, money becomes really matter.
Aku gak bisa ngandalin gaji suami pada waktu, jadi aku kembali bekerja.
Lalu anak2 ku? dr umur 2 tahun mereka udah aku sekolahin! (Blame me! I know i am wrong)
Tapi the real situation yang membuat aku memutuskan hal tsb sangatlah pelik sist, aku gak ngirim anak2 becoz i wanna be free like doing everythhing I want. Tapi karena I have to, and i had no choice at that time. You need to walk in my shoes to figure it out.

Memasuki usia Pre-school, TK sejak dini membuat anakku ini jenuh. Saat umur 4 tahun, dia gak mau lagi masuk kelas yg sama. Dia selalu bertanya kenapa teman2nya sudah SD dan dia belum keluar2 juga dr situ, padahal dia udah bisa baca, menulis dan berhitung sehingga pelajaran di TK udah gak match lagi buat dia.

Lalu, something happened, and we need to move somewhere. Di tempat baru, aku berencana utk memasukkan dia ke TK, but you know, biaya TK jauh lebih mahal ketimbang SD negeri yang gratis. Dan kami sekeluarga lg gak ada uang buat itu.
So, kami coba bawa anak ini ke SD, dan bilang sama kepala sekolahnya, "titp dulu bbrp bulan ya pak, nanti klo dia terlalu lambat, atau tertinggal gak akan saya lanjutkan."
But, beyond expectation, Gadis kecil saya malah mendapat juara 1 dikelasnya, berturut-turut hingga kelas 3.


PART B - KONSEKUENSINYA



Pada saat kenaikan kelas 4, alhamdulillah kami dapat rezeki untuk pindah ke rumah sendiri (sebelumnya kontraktor bun... ngontrak sana, sini)
Karena jaraknya yg sangat jauh dr sekolah lama, terpaksa sekolah anak pun saya pindahkan.

Dengan pindahnya rumah, pindah sekolah, bisa dipastikan semua hal ini tidak mudah dihadapi oleh gadis kecil ku, dia harus mulai mengenal teman lagi, dan adaptasi lingkungan lagi.


Gadis kecilku yg dulu begitu pulang sekolah segera mengambil buku pelajarannya, dan jika ada tugas sekolah maka sesegera mungkin akan dikerjakan. Di malam hari, dia selalu menagih soal hingga tidur pun kemalaman.
"Kasi kakak soal lagi ma, lebih banyak lagi..." (panggilan kakak karena dia sudah punya adek)
Begitulah hampir setiap malam dulunya... sehingga aku sibuk mengkopi2 soal dr internet saking hobinya dia membahas2 soal.

Dan benar Bapak Ibu parenting, di tempat baru, di lingkungan rumah dan sekolah baru, nilai pelajarannya dan semangat belajarnya menurun drastis.(Ini yang selalu diingatkan oleh PAKAR ANAK ya bun, but the REAL one is  IT IS NOT THE MAJOR CASE at all)
Karena hanya persoalan menurunnya nilai dan semangat anak, insyaallah aku dan ibu-ibu seantero raya akan bijak menghadapi ini dan akan punya seribu satu cara utk memompanya kembali (Nanti aku share cara aku)

buibu tau apa yang di hadapi di tempat baru?

2. REAL CONSEQUENCE 1 : KECEMBURUAN SOSIAL DAN BULLYING

BULLYING
teman2 SD negeri tidak semuanya bisa mengerti kenapa ada anak kecil yang sangat rajin namun tidak suka bergaul. Sepertinya menurut saya mereka mau berteman dengan anak saya, namun si kakak sudah terlalu selektif dalam berteman dan dia juga masih sangat manja sehingga membuat mereka kesal dan mencemoohnya dengan julukan "Anak Mama"

(tentang apa plus minusnya memasukan anak ke SD negeri dan swasta serta mana yang lebih baik ada dalam tulisan ku berikutnya yaa. Aku juga akan cerita kenapa sikakak sangat selektif dalam berteman)

Intinya, BULLYING yang dia terima bukan hanya di sekolah tapi juga di masjid tempat di mengaji, karena SD negeri wajib mengikuti kegiatan TPA (mengaji) di masjid dekat rumah, maka anak ini pun harus bersosialisasi dengan anak2 baru di masjid.

KECEMBURUAN SOSIAL teman2nya...
mungkin datang karena di masjid kelas2 mengaji dibagi berdasarkan faktor umur, dikelompoknya dia, dg teman seusianya, hanya dia yg kelas 4 sd, selebihnya masih kelas 1 atau kelas 2. Sehingga banyak yang mengira kalo si kakak ini berbohong.

Banyak kejadian BULLYING yang dia terima, sehingga dia sering kali menelpon untuk dijemput pulang karena diejek atau dijahili temen2nya....



2. LESS SELF-DEFENSE

Self-Defense adalah daya seseorang mempertahankan untuk mempertahankan diri.
Dengan sadarnya anak saya bahwa dia masih kecil, (ya umurnya, ya badannya)
Dan dengan sadarnya teman2nya bahwa dia masih kecil, sehingga dia sering tidak bisa mempertahankan diri ketika di bully teman2nya... sedih banget kan bun (Tolong jangan buat kesalahan yang sama dengan saya!)

3. DAN INI YANG PALING MEMILUKAN HATI SAYA!

Sadar atau tidak, karena dia sudah SD, sudah jadi kakak, kami (keluarga) seringkali lupa kalo sebenarnya dia masih kecil (Ya Allah... maafkanlah hamba)
Dia sering dimarahi ketika tidak dapat menyelesaikan sesuatu yang seharusnya bisa dikerjakan anak SD lainnya. (karena seragam ituuuuuu!!!!!!!)  padahal dia masih kecil.

saya tidak bisa memberikan contoh disini, karena terlalu sedih...

Kakak, kalo kakak baca tulisan mama nanti, mama minta maaf ya sayang.....

Saya sebagai ibu merasa berdosa memasukan anak ke SD di umur 5 tahun.
BUKAN KARENA MENURUNNYA NILAI atau dia jenuh belajar

SAMA SEKALI BUKAN!!!

Tapi karena dia kehilangan masa bermanja dengan orang tuanya, saya dan keluarga menganggabnya sudah harus mandiri (apalagi dia sudah punya adik)
Dia juga kehilangan masa bermainnya. Ibu-ibu tauuuu, apa yang terjadi kalau dia kehilangan masa bermain kanak2nya?????
Dia kehilangan kepolosan dan keceriaannya....


Anyway, ceritanya harus dipersingkat, mungkin kapan2 akan saya perjelas di beberapa part.

Intinya adalah... menyekolahkan anak terlalu dini memang salah MOM, it is totally a mistake!
Biarkanlah dia bermain dan belajar di rumah tanpa beban
Jangan pakaian dia seragam SD itu yang akan merasuki pikiran kita bahwa dia sudah besar layaknya anak2 lain yang berseragam seperti itu.

Bagaimana keadaan si kakak sekarang?
saya di ig alyashabby_house ada setor meme, bahwa anak tidak mendengar apa yang kita ucapkan, tapi meniru apa yang kita lakukan.
Untuk kepribadiannya, saya berusaha semaksimal mungkin memberikan kasih sayang dan quality time agar dia kembali merasakan kehangatan.
Saya juga selalu mengajaknya bercanda dan mengeloninya, agar dia kembali mendapatkan keceriaannya.
Saya mengikutkannya kelas vokal dan tennis dan mengikuti apapun hobbi yang ingin dia kembangkan agar dia kembali mendapatkan Self- Esteem dan Kepercayaan dirinya meningkat.
Sekarang kakak udah remaja, (masih selektif dalam berteman, karena saya yang memintanya : nanti saya share kenapa) tapi sahabatnya sudah mulai banyak dan alhamdulillah sekarang sudah ceria kembali.

Untuk prestasi belajarnya bagaimana??? As I said earlier, it is NOT a problem at all.
Saya akan membagikan beberapa tips sama bunda2 yang penasaran (Kalo ada... komen ya)
The fact is, sekarang si kakak sudah berprestasi lagi, sudah juara lagi, gak juara satu, tapi juara 2 dan nilainya cuma beda tipis.
Nilai ujian akhir SDnya dulu juga mendekati sempurna bun, alhamdulillah...


Catatan Kaki:
Saya dan suami dulu sama2 masuk SD di usia 5 tahun. Ini menjadi pertimbangan bagi kami (awalnya... waktu ituu) bahwa it is OK menyekolahkan anak di usia dini selagi dia suka dan mau.
Karena alhamdulillah saya dan suami meskipun sempat mengalami kejatuhan di nilai akademis, namun dapat kembali berprestasi dan alhamdulillah hingga sekarang.

Jadi intinya (lagi!!!), menyekolahkan anak usia dini THERE"S NOTHING TO DO WITH THE BOREDOM, I wish someone would tell me earlier.
Karena dari artikel2 yang saya baca tentang menyekolahkan anak diusia dini, selaluuuuuuu bicara tentang itu...
Jadi kali ini saya katakan pada mama2, bunda2 bahwa menyekolahkan anak usia dini itu konsekuensi real nya adalah pada faktor psikis, psikis si anak, psikis si orang tua.....

(kalo udah begini, ketauan se ginama nyinyirnya saya kannnn???)

Mudah2an kita selalu diberi kesempatan melakukan yang terbaik buat anak2 kita ya bun, because they are our life!, Aamiin...

















































Tuesday, June 30, 2020

Pelajaran Berharga "Fake... Bullying... Jealosy..."

Hi good evening....

Well...

Kasus satu : Si Kalera

Datang lah dia beberapa kali menginap di rumah gw minta gw ngajarin dia ngajar TOEFL... Dan you know... teaching and sharing are in my blood... so meskipun dia, gimaannaaaaa... gitu pas gw lagi ngajar dengan semangat 45 gw teteep ngajarin dia sobbb....
Lalu di tengahh2... dia minta ABC dan D
nah untuk yang D ini gw tahan, (cerita lengkapnya baca di judul si KALERA ya)
Jadilah dia pindah topik dan mulai curhat2an ke gw...

(ini tu ya... ternyata strateginya dia... i just know it.. but i should have already known ... stupid me!)
Jadi kalo ada keinginannya yang gak aku kabulin, dia bakalan curhat2 dulu... muji22 dulu..
sampai ketika aku udah ngerasa open banget, terbuka dan tersentuh bangett barulahhh dia minta lagi yg gak gw kasi tadi...

Gw musti catet disini ya... maaf ya.. buat yg baca .. ini tu sampah banget, tp reminder buat gw yang udah setua ini tapi masih sering ditipu temen gaess.
So, anyway... mulai lah dia curhat berhiba2 ttg masalah keluarganya, suaminya... sampai2 aku yg lagi dalam kondisi rapuh karena baru break up sama si "temen deket" terpancing untuk curhatt...
There..... I got trapped.!!!!!

Kasus dua:

Jadi aku ikut pelatihan dari kantor yang somehow ada si "antahlah (i haven't figured out the name for her yet) " dan karena pelatihannya ada 2 hari, kita diinapkan di kamar hotel yang sama.
Disanalahhh bermula..
Ternyata si "antahlahh" ini udah di curhattin duluan oleh si "temen deket" in a total chaos different story.
Awalnya I kept in my mind that I would never ever told her anything because yeahhh I know a bit lahhh about si "antahlah " ini dan reputasinya...
Tp j...the same tactic, the same trapp
Dia mulai cerita ttg dirinya, suaminya .... (ini claasified lho yaa... sampai hari ini aku ga pernah bocorin apa pun ttg curhattannya malam itu... aku gak tega) meskipun dia antahlahh....

Setelah dia cerita mengharu biru dan berhasil membuat kita berdua menangis bersama di kamar hotel malam itu, mulai lah dia mancing gw di aer kerugg

"Eh, gw tau lho kenapa lo ga temenann lg ama si TD (singkatan utk temen deket)
Gw bilang "terserah lo dehh... tau juga gpp... "
Dia bilang " Iya dia udah cerita semua ke gw, tp itu versinya dia.. kan gw penasaran cerita lo nya."
Gw bilang, "Maaf ya, gw gak mau bahas2 soal itu... gw juga meskipun gw gak takrab lg ama dia, gw gak benci kok.... kita dah jadi temen biasa aja..." Disini iman gw masih kuat nih...

Dia bilang " Masa lo gak mau cerita sih..? gw janji gw gak akan bocorin..."
Gw bilang " Iya, ga bisaa.. maaf ya.,...." Masih cool gw.
Dia bilang" Hmm... pasti lo serba salah ya.. kalo menurut gw sih, lo emang salah, seharusnya lo gak kayak gitu... bla bla bla.."
Gw : Whatttttttttttt????????
"Emang dia cerita apa ama lo??"
Trus setelah gw denger cerita versi dia, gw jadi naek pitam.... dan kebukak lah semuanya dr mulut gw...
And there .... I got trapped again..

Udah itu aja, 2 org yang gw curhatin  ttg si TD ternyata balik cerita lagi ke si TD dengan versi yang unbelievable.... kenapa ya... rasanya dulu2 gak adaaaaa.... orang yang se begitu bangett...
Sekarang kenapa makin hari makin banyakkk orang bermuka dua.. tiga... sepuluhh...

Jadi akhirnya gw jelaskan semua kepada si TD itu...
Dia sih minta maaf... I am not so sure she understand....

Intinya...  Here's the lesson I learn :

Dia bakalan tetep jadi dirinya yg sekarang... 
Masalah merubah orang, dan dia sudah berubah... and I don't!!
People around me have changed and I still the same... coz I sink in household zone and being busy with my family matter... gw kaya katak di bawah tempurung... yang pas kebukaaa
ternyata kaget liat dunia luar gak seperti persepsi gw selama ini....

Intinya lagi...
Lo jangan sekali2 lagi kasi tau orang lo punya apa... lo beli apa... buat apaaa??
Orang ya... kalo ga cemeehin kita, ya bakal iri, dengki... dlll

Orang yang bakal bahagia liat lo makin bahagia itu yaa orangtua lo doang...... trust me...!!!!!!!!!!!!!!

Jadi masalah prestasi suami, bisnis lo begini begitu... save for your self!
Gak perlu tau lahh orang2...
Meskipun dulu kalian suka saling curhat dr sabang sampe meroke... dan fine2 aja.. itu karena dalam semua cerita lo fine2 aja jugak...
Begitu lo much better.... reaksi dia udah gak sama.... and That's human now! that's how it works now.. and it's nature for her and for others.

Dan itulah pelajaran PERTAMA! Jangan Pernah bagi kehidupan pribadimu dengan orang lain, sekalipun dg orang yang sedang berkostum sebagai sahabat atau TD

Pelajaran KEDUA,
Bullying is a part of life! it is a friend, a soulmate...a title... prestisee......
Kalo lo ga bisa membuli orang, lo gak gaul... lo gak keren....

Gw kira bullying itu masalah yang harus gw atasin buat anak2 gw ajahh... ternyata sampe ke emak2.. pun adaaa mann....
Jadi ketika dia mencaci2 gw, menghardik2 gw... dan berkomentar yg jahat sesuka hatinya, itu bukan salah dia, it is A PART OF NOWADAYS LIFESTYLE...
Lifestyle... gaya hidup baru tu ya begitu... kalo lo gak suka, tinggal lo balas balik... sesimple ituhhh!!!

Saling menghina, saling menghardik... OMG
And people laugh with it... Orang malah ketawa2... OMG

Jadi kalo ditulisan gw sebelumnya, gw mencatat di hati semua sikap2 dan kalimat2 dia yang nyakitin, yang ada sekarang adalah... kalo lo GAK suka, lo tinggal PROTES atau lo BALAS ajaaa...
begitulah dia dan teman2nya dan LIFE STYLE nya....

Dan for si KALERA,  dia mungkin masih gak tau kalo si TD udah bongkar semua ke gw
tapi meskipun si Kalera ini juga banyak jelek2kin si TD ke gw,  gw gak akan ceritain apa2 ke si TD... biarlahhh.... Barangkali ini juga sejenis lifestyle dia... Biarlahh...

Tuhan udah membuka semua topeng2 dan kostum2 orang2 fake ini... Alhamdulillahh..
Gw cukup tau, untuk lebih baik kedepan...
Gw gak akan balas kok, gak akan putus tali silahturahmi...
Tapi maaf gw gak mau bantu apa2 lagi....  well there's the price to pay... setelah perbuatan baik gw selama ini (sampe mamanya meluk2 gw ngucapin terima kasih...) lalu dia balas gw sejahat ini...
No more kindness for her, I am good, thank you!

































Monday, September 24, 2018

Friend or Foe - Makan Teman Lagi Hits


Hello there...

So here's the list:

"Saatnya Melepaskan Sahabat Anda Jika:

1. Iri hatinya telah membutakan mata bantinnya.

2. Dia suka membuatmu gagal dan nampak jelek di depan semua orang. Khususnya di depan orang yang lu cintai.

3. Ketika dia hitung-hitungan sama lu, udah sama sadisnyakaya dia hitung2an sama orang lain.

4. Tidak mau berbagi ilmu dan mau hebat sendiri.

5. Dia yakin banget kalo lu jelek, dan mau agar lo tau diri kalo lo itu jelek.

6. Dia jalan ama mantanmu!

7. Dengan pasanganmu yang sekarang dia entahlah..

































FAKE PEOPLE DON'T SURPRISE ME ANYMORE


First thing, Laugh Out Loud lol

FAKE PEOPLE DON'T SURPRISE ME ANYMORE

How could I be so stupid and trust people that they gonna be so kind, so loyal, so care..... in this wild world????????

How could I be so naive???

Ketika kita berada pada posisi yang tidak mengenakkan, karena beberapa masalah,
nahhh datanglah mahkluk ini..... sebut saja namanya KALERA

Dia datang bak Angel yang mendengarkan semua keluh kesahmu, dan menyatakan YOU are nice, you are so kind...
Membuat lo merasa iyaa, kayaknya she is my best friend ever... HUEKHHHHH....

Well, signs do exist!
Warning given
but then, the feeling of loneliness and the need of accompany make you ignore all of them.
Then it make you more stupid than ever....

So guys,
Sepertinya saat ini curhat-curhatan sama orang yang numpang lewat dalam hidup lo tu ga ada ya, tolong di catet!!!
Kalo ga percaya, tes dulu
Gw udah tes,
Jadi,
si KALERA ini beberapa kali minta tolong ke gw, tolong ini, tolong itu....
ya dengan jiwa HERO bak THE AVENGERS saya tolonglah dia
Sekali waktu,  dia minta tolong lagi... dan saya tolong lagi
Tapi kemudian kok yaaaa.....
menolong orang kok berasa dirampok
Ada dejavu.... gimana gitu....
Kalo udah begini, inget yang kasus2 serupa
jadii..... akhirnya kupustuskan 'bantuan' ke dia si KALERA URANG ini saya stop

just wanna see what happen, you know, gambling!

And YEAHHHH...... It hittt ittt!

Terbukaklah siapa sebenarnya si KALERA ini,
Mulai dari buat status2 aneh2...
Sampai menggunakan 'curhatan' gw ke dia untuk memancing2 yang antahlahh apa mau dia pancing...

and see.....
Muncullah 'KALERA-KALERA' lainnya yang ikut 'membeli galehnya' dia

And then you realize.... that those people who are NOT happy with their life try to steal other happiness, too.
They SUCK IT OUT OF YOU, will you let it be???

 NO WAYY!!!!


So, I am just trying to get it of it.

I always talk to my students that.. If you are under a very bad circumstances, when people around you put you down and always see the negativity, and mock you.... you need to GET OUT OF there...
Find a new world... world that see your happiness as... a happiness...

Ada gitu dunia yang kaya gitu, ADAAAAALA

cuma ketuttup gaesss ama dunia hitam yg berisi si KALERA2 tadi

Oh, yea BTW, gw ga biasa lo menyumpahhh di media, baru kali ini
but then... no other appropriate nick name, how am I suppose to call her?


Jadi baiklah pemirsahhh....
Life is struggle..
If you wanna survive, fight!!!

But sometimes, you just need to let go...
If you fight the fools, you'll never win but become fool too

So, just ignore and leave themm...
Find a better world, find better people...
There must be there.. somewhere....

























Tuesday, January 17, 2017

More you earn.. The more you show off... the more you feel uncomfortable...

Hello dear readers....

This me now... still awake at 3.21 am at night, scared and anxious...

Well... sebenarnya aku tuhh yang overdose since this is the first time i stay at hum when my husband is out of town. Biasanya??? Ngungsiii tempat mamahhhh..... (Dasar penakuuttttt.... you are the chickenn... chickenn..)

Ehmm (Cerrita dikit yaakkk) Duluuuu... aku tuh berani lo orangnya... ga takut apapun...
Apa karena aaku dulu pernah latihan karate hiaaaaatttt......hiaaaaa.... atoooo karena dulu di otak dan pikiran kaga ada pikirannya, maksudnya yg aneh2... jadi bawaannya santaiii ajaaa)
Heran juga juga napa sekarang jadi kederrrrr begenee....
Apa karena gw udah caecar dua kali, jadi urat2 berani pada putus semua??? Hanya Tuhan dan dokter yg tahu jawabannya...

Naaahhh ini udah jauuuh dari judul ni, kembali ke topik
What was I am gonna say relate to the title is....

Dulu mungkin tinggal sama orang tua, trus ada abangku yang sabuk hitam yang selalu siaga setiap kali ada suara2 anehhh... langsung tuhhh ambil persiapan yg ditaruhh dibawah tempat tidur spt pisau, golok hihahaiahahaihhiaaaa... lucu juga jadi inget jaman kecil2 dulu, secara rumah kami emang paling ujung guys...  dan nomer dua paling bagus se erte erwe waktu ituuuu....
Trus waktu udah merit dan pindah ke kontrakan, gw juga ga beban2 amat,
apa karena ada tetangga deket, trus barang  dalam rumah juga ga ada yg berharga...
Tapi meskipun begittu pengalaman kemalingan udah sering juga...
Tapi tetep ga ada yg semaniakkk kali ini...

More you earn.. The more you show off... the more you feel uncomfortable...
Seiring bertambahnya rezeki dari Tuhan, semakin banyak yg bisa dibeli (ehm.. dicicil maksudnya)
Ada rumah dan kendaraan lumayannlaaa....
Dan sekarang sejak ganti mobil ngikutin yg  upp to date, makin keren... makin mahal,,,
Ada ketakutan kalo dikira orang kaya ya, banyak duitnya.... padahall semua ngutang dan mumet gimana ngecukupinnya buat bisa banyar  tiap bulan.... dan ga jarang juga telattt
Tapi kan orang ga tau itu, buktiya ada aja ibu2 yg jual tanah trus bilang, ibu lg butuh duit,,, tolong dibanttu aja dulu yaaa.... whattttt??? Die kagak tau apa yaaaaa  boro2 beli tanah, buat beli pizza aja gak kuatttt
Kita gaya nya aja ni buuuu yang beginii hihikshikshiiikkkssss...
Tapi orang ya ndak percayaaa.... karena tampilan luarnya .....
Kadang2 mikir kenapa mustii ganti mobil, kalo mobil yg kemaren baru pake 2 tahun, udah beli mobil baru lagi... gimana orang ga mikir coba...

Yeahhh my husband, kalo dari aku dia agak lebih show off dikit, emang mobil yg sekarang impian kami dari dullu, baru sanggup ambil dp nya sekarang, tapi yaa  lantas jadi ga tenang... takut disamain sama orang kaya .... Hikss hidup jadi ga nyaman bingitttsss....

Tapi itu lah hidup sodara2... the more you earn, the more you want to buy things..... nah begitu lo dah dapet barang2 yg udah lo beli entah itu nyicil ato bawa dulu, bayar tahun depan, barang2 itu menjadi bagian hidup lo, mewakili status sosial lo, padahal kta sebenarnya masih bisa pake brang2 lama.... hdup sederhana, tapi ga bisa tenang juga melihat barang2 yang lebih mewah, lihat tetangga punya iini, temen punya itu....
Memang mengendalikan nafsu itu susah nya bukan main, selalu ada aja "pembenaran" utk barang yg kita beli. Iyya musti diganti karena lebih praktis, lebih ini dan itu
Tapi nyatanya setelah dapat justru memusingkan kita, membuat kita menjadi manusia yg konsumtif, dan dibudak oleh keinginan duniawi semata....
Jadi readers... klo bisa keep your simple live sebisanya, i know its hard, aku aja ga bisa, tapi mudah2an kedepannya aku lebih selektif lg .... dan lebih berani ,,, amiiinnn,,,

Ya Allah.. lindungilah kami selalu....








Sunday, April 26, 2015

Ular Buaya dan Musang Berbulu Domba


Hidup itu...... perjuangan
Namanya saja berjuang.... tidak bisa hanya mengandalkan kebaikan saja,
berharap jika kita tidak menyakiti orang lain maka orang lain pun tidak akan menyakiti kita..
Well, I did trust that before....
paling tidak sebelum sebanyak ini ular, buaya dan musang berbulu domba yang aku temui...
mereka yang awalnya bersikap amat sangat baik denganku
namun ternyata menfitnah, mengkambinghitamkan dan memutar balik kenyataan
cis... cis....ciss....

Baiklah ...baiklahhhh.....
Memang tak patut besifat innocent lagi
Orang lemah tertindas dan terinjak2
Nyo nio manjilek ka ateh, nyo pijak nyo urang lamah ko (kecek iyo lo)
but that is enough...
Sudah cukup pesta topengnya ya....
Wak ndak sato sato lai dohh...